Home » , » Sekilas Kisah Dalem R.A.A Sacapati Leluhur Manangga

Sekilas Kisah Dalem R.A.A Sacapati Leluhur Manangga

Posted by SUKMAWIJAYA QOMARA
sukma wijaya qomara, Updated at: 16.53

Posted by SUKMAWIJAYA QOMARA on Kamis, 19 Januari 2017

Makam R.A.A Sacapti I di Desa Manangga Kecamatan Sumedang Selatan
Barangkali ada yang belum tahu tentang silsilah atau sejarah singkat R.A.A Sacapati I, Silsilah R.A.A Sacapati I adalah masih keturunan raja-raja Sumedanglarang,  secara singkat saya catat dari Prabu Geusan Ulun yang mempunyai Putra Dalem Rangga Gede dari pernikahannya dengan Ratu Tjukang Gedeng Waru, kemudian Dalem Rangga Gede mempunyai seorang putra yang bernama Dalem Banda Yuda, yang dimakamkan di Manangga sedangkan adiknya bernama Wangsubaya yang dimakamkan di Cisalak. 

Dalem Bandayuda mempunyai seorang putra yang bernama R.A.A Sacapati I yang menjabat sebagai Patih Sumedang,  ketika Ayah dari Pangeran Djamu/Pangerang Kornel yang menjabat Bupati Sumedang. Dan ketika ayah Pangeran Kornel sudah sepuh untuk menjadi seorang bupati sedangkan Rd. Djamu/Pangeran Kornel yang masih berusia 9 Tahun yang sudah barang tentu belum memenuhi syarat menjadi bupati sumedang sebagai penerus ayahnya maka untuk sementara/panyelang.

Pada tanggal 19 Juni 1775 diangkatlah Bupati dari Parakan Muncang yang bernama Tanubaya II dengan perjanjian setelah Rd. Djamu/Pangeran Kornel sudah cukup umur maka jabatan bupati sumedang harus dikembalikan/diserahkan kepada Raden Djamu/Pangeran Kornel atau jabatan diserahkan ke saudaranya Pangeran Kornel yaitu R. Ema lebih dikenal dengan sebutan Dalem Talun, akan tetapi Tanubaya I menyerahkan jabatan bupatinya ke anak kandungnya Patra Kusumah dengan sebutan Tanubaya II dan Kompeni Belanda melantik Tanubaya II sebagai penerus Bupati Sumedang, namun Tanubaya II khawatir bahwa Raden Djamu akan menuntut haknya sebagai penerus bupati, maka membuat siasat menjodohkan dengan putri kandungnya. 

R.A.A Sacapati I masih tetap menjadi Patih sumedang dan selalu mengingatkan bahwa pewaris bupati sesungguhnya adalah Raden Djamu/Pangetan Kornel, maka dengan pernikahan dengan putrinya Nyi Rd. Raja Maria/Rd.Ayu Chandra Kusumah bisa menghapus ke khawatirannya, akan tetapi setelah pernikahan terjadi bathinnya selalu merasa khawatir akan direbut tahtanya sebagai Bupati Sumedang, sehingga akan merencanakan hal yang buruk terhadap menantunya sendiri Pangeran Kornel, akan tetapi Pangeran Kornel mengetahui niat buruk mertuanya maka secara diam-diam Raden Djamu meninggalkan Sumedang tanpa membawa istrinya karena tidak mungkin membawa istrinya sedangkan ayah istrinya/mertuanya yang berniat buruk, kemudian Raden Djamu/Pangeran Kornel pergi menuju Limbangan Garut menemui sanak family ayahnya yang berada di Limbangan Garut. 

Kita simpan terlebih dahulu perjalanan Pangeran kornel kita ceritakan Tanubaya II yang setelah mengetahui menantunya kabur menjadi tidak terkendali karena niat buruknya tidak terlaksana sehingga bupati sumedang memerintahkan patih sumedang yaitu R.A.A Sacapati I mencari keberadaanya, sedangkan dalam melaksanakan titah bupati Sumedang tersebut R.A.A Sacapati I berniat ingin mengetahui keberadaanya dan memberikan perlindungan supaya selamat dari pengejaran prajurit yang setia kepada bupati Tanubaya II, bertahun sudah tidak mendapatkan kabar tentang Raden Djamu tidak membuat tenang hati Tanubaya II, sehingga banyak tugas-tugas kabupatiannya terabaikan, dan membuat sang bupati menjadi beringas dan tidak segan menindak rakyat sumedang yang dianggap tutup mulut untuk melindungi Raden Djamu.

Karena menindas Rakyat maka Kompeni Belanda tampil untuk meraih hati rakyat sumedang dengan melengserkan Bupati Tanubaya II sebagai Bupati Sumedang padahal alasan Kompeni melengserkan Tanubaya II adalah kekhawatiran rakyat Sumedang angkat senjata memerangi bupatinya dan kemudian akan berdampak buruk dan mengancam keberadaan kompeni di wilayah sumedang, Kemudian R.A.A. Sacapati I dilantik sebagai Bupati panyelang sebagai pengganti Tanubaya II, R.A.A Sacapati waktu itu tidak bisa berbuat banyak selain hanya menyebarkan teleksandi untuk mengetahui keberadaan Rd. Djamu.

Pekerjaan R.A.A. Sacapati I akhirnya membuahkan hasil karena teleksandi R.A.A Sacapati I menemukan keberadaan Rd. Djamu di Daerah Cianjur sebagai Kepala Cutak di Perkebunan dan telah menikahi putri dari Dalem Cikundul, maka R.A.A Sacapati I menulis surat kepada R. Wiratanu Datar/Dalem Cikundul tentang Kondisi Sumedang dan meminta Raden Djamu /Pangeran Kornel kembali ke Sumedang untuk menjadi Bupati Sumedang, akhirnya Dalem Cikundul menyetujui surat kiriman dari Bupati Panyelang R.A.A Sacapati I dan Dalem Cikundul menulis surat kembali kepada kompeni Belanda untuk mengangkat Rd. Djamu/Pangeran Kornel untuk menjadi bupati Sumedang, surat dari Dalem Cikundul disepakati oleh kompeni dan R.A.A Sacapati I dengan segenap hati mengembalikan jabatan Bupati sumedang kepada Rd. Djamu/Pangeran Kornel dan resmi dilantik pada tanggal 30 desember 1791 dengan gelar Raden Tumenggung Surianagara/Kusumahdinata XI, dan R.A.A Sacapati I kembali menjadi Patih Sumedang.

Demikian sejarah singkat R.A.A Sacapti I leluhur Manangga, Tsuma Ila ruhi kanggo Eyang R.A.A Sacapati dan Keluarganya ~ Al Faatihah










--------------------------------------------------------
Sumber : Carita Ki Sunda - babadsunda.blogspot.com

Share This Post :
 
Copyright © 2015 -2017 sukma wijaya qomara. All Rights Reserved | Designed by kosmara.com | spbu mini by edipertamini | kurnia pertamini |
pertaminijakarta